ALBUMIN merupakan protein plasma yang paling melimpah yakni lebih dari 50%. Jenis protein itu menjadi salah satu penanda status malanutrisi pada pasien yang stabil secara klinis. Malanutrisi merupakan interaksi yang kompleks antara penyakit dan gizi. Malanutrisi di rumah sakit menyebabkan morbiditas dan mortalitas seperti penurunan kekuatan otot, penyembuhan luka yang tertunda, komplikasi pascaoperasi, peningkatan risiko infeksi nosokomial, serta penurunan kualitas hidup pasien yang mengakibatkan perpanjangan rawat inap dan peningkatan pengobatan. Studi Laky et al menunjukkan bahwa konsentrasi albumin serum yang rendah dikaitkan dengan risiko malanutrisi pada pasien kanker ginekologi. Albumin serum kurang dari 3,5 gram/dl juga berhubungan dengan peningkatan komplikasi, lama rawat inap, dan mortalitas selama rawat inap. “Contoh pada kasus kanker serviks status gizi yang menurun dapat diperbaiki dengan pemberian albumin,” papar Dr. dr. Sigit Purbadi, SpOG (K) Onk dalam keterangan resmi, Jumat (19/11).